Panggil Saya Ajibond

March 9, 2007

DIRIKOE

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 8:46 am

Itu Diri-Koe

Sedikit berdo’a

Sedikit berusaha

Sedikit mencoba

Perjuangan yang sudah dilakukan ku anggap sebagai sebuah usaha yang begitu keras untuk mencapai apa yang aku inginkan. Tetapi, ternyata terlalu sedikit aku melakukan apa yang aku inginkan. Bukan karena begitu lelahnya tubuhku atau begitu terkurasnya fikiranku yang selalu membuat aku terkapar dalam pembaringan yang begitu nyaman.

Efisienkan apa yang aku rencanakan ? Atau aku begitu memikirkan hal remeh-temeh yang aku sendiri meragukan hasilnya.

Berusaha dan berusaha…

Berdoa dan berdoa..

Great…

February 16, 2007

Cibodas 2006

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 8:20 am

CIBODAS - FAMILY DAY 2007

cibodas - Family Day 2006

February 14, 2007

Team Neglasari

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 10:16 am

TEAM NEGLASARI DI ANYER

Kenangan Anyer Januari-Februari 2007

Keep on moooviiiing….guys…

negla team

February 13, 2007

POLIGAMI

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 4:46 am

BUKAN PENGANUT POLIGAMI

Rabu, 14 Juni 2006

Begitu bermaknanya perjalanan pagi hari yang kulalui menuju tempat pengabdianku. Udara yang begitu sejuk, perjalanan pagi yang belum terlalu macet, sinar mentari yang masih hangat terasa, mmm….suasana yang begitu menggoda. Walau gak setiap hari aku bisa bangun pagi dan merasakan dinginnya air sumur dan sarapan dengan apa adanya di meja makan.Tetapi, setiap perjalanan pagi, selalu saja ada sesuatu yang menarik dilihat.

Hari ini aku tertarik untuk menulis mengenai peran (kesetaraan) gender dalam pembangunan (kehidupan). Pagi ini, aku melihat dua orang ibu. Ibu yang pertama sedang menarik gerobak barang bekas ditemani oleh seorang anak lelakinya yang belum sepantar baya. Beberapa kilometer berikutnya aku lihat ibu satunya lagi sedang menarik gerobak sayur dagangannya. Memang luar biasa sekali peran gender-dalam hal ini adalah perempuan-dalam kehidupan. Dengan apa yang telah dianugerahkan Allah dalam dirinya-dengan segala keterbatasannya-seorang perempuan mampu untuk bertahan hidup. Cukup menarik ketika dibeberapa wilayah binaan aku melihat cukup banyak wanita-wanita usia dibawah 30 tahunan dengan jumlah anak yang cukup banyak, tetapi tidak memiliki suami. Entah apa yang terjadi, tetapi ini masih membuktikan rendahnya pandangan masyarakat terhadap kaum perempuan. Seorang perempuan yang bisa dinikahkan begitu saja dengan seseorang-yang entah dari mana asalnya-tanpa rasa cinta kasih, lalu ditinggalkan begitu saja. Sekali lagi, mau gak mau, suka gak suka, kaum perempuan seperti inilah yang harus menanggung beratnya realita kehidupan.

Mmm…memang luar biasa kaum perempuan. Mereka masih tetap bertahan. Bila kita cermati, peran kaum perempuan diluar dunia rumah tangga-bekerja diluar rumah-sudah memiliki porsi yang cukup besar. Gak kalah sama kaum lelaki, kaum perempuan dah banyak masuk diberbagai sektor pembangunan. Mulai dari kuli, tukang ojek, dagang, sampe yang jadi gubernur atau kepala pemerintahan. Yah, itulah kondisinya. Sekarang lagunya gak seindah dulu, “Wanita dijajah pria sejak dulu….”.

Tapi, kembali ketopik utama, bagi kaum wanita yang telah ditinggalkan oleh suami-entah meninggal atau gak jelas kemana-yang dengan luar biasa bertahan hidup untuk menyekolahkan dan membimbing anak-anaknya, atau minimal agar mereka bisa makan untuk hidup, menjadikan kaum wanita begitu rentan.

Upss…teringat konsep poligami-gak da maksud apa-apa sih-ketika Rasulullah menikahi janda yang telah ditinggalkan oleh suaminya, mmm…dari satu sisi terlihat begitu aneh, tetapi bila dilihat dari sisi humanis bahwa dengan menikahi janda-janda tersebut (setidaknya “JaHe” atau “Janda Herang”—“Janda Bening”) dapat mengangkat derajat kaum wanita. Gak perlu lah kaum wanita harus benar-benar merasakan kerasnya kehidupan. Toh, di rumah juga mereka masih bisa untuk berkarya menghasilkan sesuatu untuk sekedar makan dan sekolah anak. Sekali lagi, terkadang kita melihat salah satu sudut pandang ajaran nabi dengan memicingkan mata. Akan tetapi, bila difikir-fikir dan direnungkan sejenak dua jenak, maka begitu banyak makna yang terkandung didalamnnya.

Insyaallah tulisan ini bakal disambung dengan isu poligami yang lebih asyik dan peran gender-perempuan (walau sebenarnya bukan hanya perempuan)- yang lebih menarik

… Selamat Pagi Kawan-Kawan - Selamat Menikmati Pagi Ini dengan Ceria J …

Anyer 2007

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 4:35 am

ANYER 2007

Januari - Februari 2007

anyer with love

Masih sempat untuk bercengkrama ditengah-tengah rencana yang masih setengah

Masih sempat untuk berbulan madu ditengah keriuhan ruang rapat

Masih sempat untuk menikmati harum wangi ditengah angin laut

UNTUK_mu

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 4:19 am

UNTUK_mu

malam tak mampu melenakanku…

…mentaripun tak mampu membakar hatiku…

…karena kulalui hari ini…

…bersama cinta sejati…*

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Sebulan atau dua bulan perjalanan ini bukanlah waktu yang cukup singkat. Bukan pula waktu yang lama untuk lebih mengenal kamu. Bahkan mungkin butuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mengenal segalanya tentang Dia. Dan seribu rayuan gombal yang kulontarkan tentang arti yang dalam atas keberadaan dirinya untukku belum mampu meyakinkan dirinya. Dan mungkin ribuan rayuan gombal itu dianggap hanya penilaian subjektif yang tak pernah ada. Keinginannya agar aku berfikir ulang tentang apa yang aku jalani saat ini hanya mengingatkan akan pentingnya kehidupan yang akan aku lalui kelak. Agar aku ataupun dia tak salah mengambil keputusan. Aku mengerti itu.

Begitu banyak wanita yang melintasi mata ini. Kecantikan, keindahan, senyuman yang menawan, tubuh yang indah, lenggak-lenggok yang menggiurkan, dan godaan-godaan lain yang tak mampu kutahan. Lalu kutersadar, aku tidak mampu membawa beban itu semua dalam kehidupanku dimasa yang akan datang. Aku hanya butuh wanita yang sederhana. Wanita yang tidak memikirkan pakaian apa yang menarik bagi orang lain atau lelaki lain. Wanita yang tidak memikirkan seberapa tebal bedak atau lipstik yang dipakainya atau seberapa harum tubuhnya saat pergi ke pesta. Wanita yang tidak memikirkan belanjaan apa yang bisa dibawa pulang nanti. Atau bukan pula wanita yang dengan bangganya mengeluarkan uang ratusan ribu hanya untuk sebotol farfum atau alat kecantikan. Dia hanya wanita sederhana. Karena hanya itu beban yang ingin ku jalani. Ketakutan terbesar adalah memberikan janji kosong atau kekecewaan bagi orang lain. Semakin aku mendekat kepadamu, semakin besar keinginan ini menjadikan diri satu ikatan suci. Semakin aku terlena oleh angan-angan, semakin besar bualanku tentang keinginan bersamamu. Akan tetapi, semakin aku tersadar, semakin besar pula diri ini berserah kepada Sang Penguasa Takdir. Yang aku yakinkan saat ini adalah aku serahkan segala urusan hati ini kepada Sang Pemilik Hati agar aku dimudahkan bila memang itu yang terbaik.

Sampai detik ini aku belum mampu mengenalnya lebih. Dirinya bagaikan sesuatu yang sulit aku raih. Ia tinggi bagaikan bintang di langit, ia halus bagaikan serpih pasir yang tak sanggup kugenggam, ia lembut bagaikan udara sejuk yang hanya membelaiku, ia tak mampu ku gapai walau hanya dengan sentuhan. Keraguan dirinya menggalaukan hati, ke-diam-annya membingungkan diri, dan walau dirinya jauh, aku selalu percaya padanya. Apakah dia juga percaya padaku??

………

Ketika dering SMS menyadarkan lelahku, kamu mempertanyakan kembali komitmen yang sedang aku bangun. Dan aku tersadar akan keberadaanku saat ini dan harapanku esok. Itu jarak yang sangat jauh. Saya tidak ingin memberikan janji tentang harinya tiba, bahkan 3-4 bulan lagi atau hingga tahun 2007 menghampiri. Hanya Allah yang mempermudah segalanya bila memang itu takdir yang telah digoreskan untuk saya. Dan semoga Allah menjadikan segalanya lebih baik bila memang itu bukan takdirnya, bagi saya ataupun kamu. Dan bila kamu yakin atas segalanya, maka do’akan saya agar mempermudah dan mempercepat agar segalanya lebih halal. Bisa jadi orang tuamu memberikan alternatif seseorang yang lebih baik dari segi mental spiritualnya untuk kamu karena keputusanku yang tidak menentu. Dan bisa jadi kebahagiaan kamu saat ini hanya kebahagiaan semu yang akan kamu lupa kelak. Saya ingin kamu bahagia dan menyatakan kebahagiaan itu bersama seorang suami yang dengannya kamu berkomitmen untuk keluarga kelak. Sekali lagi, bukan dengan seorang Aji. Tapi dengan seseorang yang engkau benar-benar meyakini mampu membawa kehidupan didepanmu lebih baik. Dan kau yakin mampu menjaganya dengan baik pula. Suka duka, susah senang, marah sabar, dan liku-liku kehidupan yang akan kamu jalani bersamanya. Dan pada saat itu jangan pernah mengatakan “Apakah kamu menyesal mendampingi saya?”.

Saat SMS kembali berdering… Jakarta, 31 Januari 2006

February 12, 2007

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 10:36 am

ALWAYS BE YOU

… 12 Februari 2007 …

Jauh jalan

Dalam laut

Terang surya

Gelap hati

Keburaman, kesedihan, ketakutan, kekhawatiran, dan kepengecutan

Kekuatan, kesatuan, kasih sayang, cinta yang tulus

Aku masih tak mau seperti adanya, karena aku ingin lebih dari apa adanya. Itulah aku kemarin, itulah aku sekarang, tetapi aku ingin berbeda aku esok hari.

NB : sayang, hidup tak selamanya indah, tak selamanya senang, tak selamanya hangat, dan tak selamanya aku bisa menjadi apa yang engkau mau. Tapi aku sayang kamu, dan tak ingin sayang itu berlalu karena suram hidup, karena sedih jiwa, karena dingin hati.. Dan engkau tau itu.

February 9, 2007

STANDING LAST

Filed under: Perjalanan Hidup-ku - Administrator @ 11:35 am

STANDING LAST …

“Kebahagiaan adalah ketika kita mencoba untuk membuat orang lain bahagia”

12 Februari 2006

.

Malam semakin dingin Langkah semakin berat kuayun

Sedang kau masih ku tunggu

Tapi kau semakin menjauh

19 Januari 2006

Aku tidak mengerti dirimu

Dan aku mencoba untuk bersabar

Sejenak berfikir, bahwa mungkin semua cuma kejadian yang melintasi kisah hidupku, tidak lebih. Dan mungkin esok Tuhan akan memberikan kisah hidupku yang lain disuatu tempat yang lain, di-antahberantah yang aku mungkin tidak pernah membayangkan akan menjejakkannya. Atau mungkin kisah hidupku berhenti pada penantianku padanya. Dan memulai kisah baru yang juga tidak pernah aku bayangkan. Setelah malam semakin larut. Di sebuah mushalla yang telah sepi, kucoba tegakkan tubuhku untuk menyambung istikhoroh yang belum terputus. Aku ingin benar-benar mendapatkan keyakinan bahwa dialah yang terbaik untukku. Dan akulah yang terbaik baginya, atau tidak sama sekali. Ku lepaskan tangisku dalam sujud. Bukan untuk dirinya. Tapi untuk mengenang semua orang yang telah hadir dalam hidupku. Ibu, bapak, saudara-saudara, teman-teman, bahkan orang-orang yang kuingat dan entah dimana mereka saat ini. Dan tentu saja kepadaNya yang telah memberikanku helaan nafas hingga detik ini.

Pagi ini, bahkan pagi ini aku masih belum mengerti dirinya. Perjalanan yang dapat kutempuh sepanjang kaki telah lelah, aku kembali merenung. Langkah kaki terasa berat dan gundah tak mampu kuhempas. Seorang diri kususuri jalan saat udara masih segar dan mentari belum nampak. Walau hati terasa sangat berat, tapi semua harus terlupakan. Saat ini, aku hanya ingin tersenyum dan tertawa. Pada orang-orang yang melintasi dan pada hariku yang cerah saat ini. Lupakan setiap masa yang aku coba rangkai bersamanya. Sudah lupakan. Dan biarlah waktu yang akan menjernihkan situasinya. Sampai akhirnya kau datang dengan sepucuk surat . Dan aku hanya tertawa kecil.

Dia sedang terlelap. Sedang bis yang kami tumpangi seakan senyap. Mungkin teman-teman terlalu lelah untuk bercanda seperti saat berangkat seminggu lalu. Ku lepaskan pandangku diantara awan melalui kaca jendela. Seakan jenuh menatap lalu lalang kendaraan dan orang-orang yang silih berganti. Segumpal awan seakan membentuk citra abstrak yang indah, dengan guratan-guratan tipis awan lainnya yang saling melengkapi. Sedangkan bias senja sore menambah misteri keindahan kaki langit. Sungguh luar biasa indah pasti Sang Pemilik alam raya. Dia masih terlelap. Senyum lelah nampak di wajahnya. Aku malu menatapnya lebih lama. Karena belum saatnya aku menatap lebih lama. Rasa kantuk aku tahan. Mungkin setengah jam lagi aku sampai diperhentianku. Kuikuti lantunan lirih suara walkman yang bersaing dengan deru bis.

"telah cukup lama kudiam didalam keheningan ini kebekuan dibibirku tak berdayanya tubuhku dan ternyata cinta yang menguatkan aku"

Dan tibalah diperhentianku. Kucoba melepaskan penat dan mengumpulkan sisa-sisa tenaga untuk esok hari. Katanya ingin pergi ke seorang teman yang baru saja melepaskan masa lajangnya. Dan begitulah selanjutnya semua berjalan. Tak mampu aku hentikan.

Aku terkadang tak mengerti jalan hidup ini. Saat kecil, beragam keinginanku untuk menjadi sesuatu dimasa depan kelak ternyata sungguh jauh berbeda dengan yang kuingat dalam kejadian hidupku. Masa-masa mengenyam pendidikan di tingkat pertama hingga saat aku lulus kuliah, perjalanan hidupku seakan tidak mampu aku arahkan. Seakan-akan yang kuyakini adalah Allah telah mengarahkan hidupku sedemikian rupa hingga saat ini, malam ini, aku berjalan bersamanya menuju sebuah kisah baru yang ku ingin indah. Biarlah kemana kaki ini berlari. Biarlah jasad ini membawaku pergi. Karena dia disampingku. Perjalanan hidup ini kuyakin tak seindah lukisan pelangi. Juga tak semudah apa yang kita tuliskan dalam buku kenangan. Aku tahu itu dan kucoba lebih mengerti bahwa hidup ini kesempurnaan yang saling melengkapi. Ada suka ada duka. Dan semuanya lebih mudah untuk dijalani bersama. Perkenalan kami hanya beberapa bulan, sebelum kami putuskan bahwa ikatan suci lebih memudahkan atas segala sesuatunya.

Dia masih tegar bersamaku. Tidak satu katapun yang terucap karena sesal telah mengukuhkan kebersamaan dalam hidup ini. Setiap kata dan setiap tingkah yang ku mengerti kuteguhkan semangatnya. Tidak pernah ia mengeluh atas apa yang diterimanya saat ini. Kami hidup sederhana. Dan kesederhanaannya yang semakin mempesona diriku. Rumah kontrakan yang kami tempati semakin terasa sempit dengan kehadiran si bungsu yang semakin besar. Selalu saja ada kejadian yang menyenangkan diantara kegundahan kami. Kehadiran masing-masing bayi mungil kami diantara kesederhanaan dan kekuatan cinta kasih yang kami berikan kepada mereka. Agar mereka mampu mengenal dunia ini dengan nilai kasih sayang yang kami tanamkan padanya. Anak kami tiga orang. Putri bungsu selalu bangun pagi-pagi sekali. Makin merepotkan uminya saja karena harus mengurus kedua kakaknya yang harus berangkat sekolah. Sekali-sekali ku ajak dia berlari di halaman samping sebelum berangkat kerja. Dan sabtu dan minggu pagi kami selalu lari pagi bersama untuk sikecil. Rezeki yang kami kumpulkan dengan perlahan-lahan telah membuahkan sebuah rumah yang mungil dan sederhana. Di beranda kami sering duduk santai dan bercerita kembali tentang masa yang tlah lalu. Dan biarlah itu menjadi kenangan yang bisa menumbuhkan cinta kasih kami. Dan menjalani kehidupan ini dengan syukur. Kami mendidik anak dengan segala upaya yang kami mampu. Kami ingin mereka pandai dan cerdas. Dan mensyukuri setiap remah-remah rezeki yang telah Allah anugerahkan kepada keluarga kami. Karena itu yang mampu kami titipkan kepada mereka. Dan biarlah istirahat panjang ini tidak mengganggu kehidupan anak-anak kami kelak.

NB : Mmm…hidup ini bukan coretan tangan atau kutipan puisi seperti yang kita inginkan. Hidup kita tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan memang harus seperti itu. Biarlah setiap momen hidup kita jalani setiap detiknya. Mungkin tidak selalu seperti yang kita bayangkan, karena Dia telah menentukan jalan kita. Yang terpenting saat ini adalah berusaha.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King